“Eng, ini, Bel. Gue habis dari rumah teman.” Bella—temannya itu hanya mengangguk. Ia melirik ke arah mobil yang dinaiki Ava. Lewat kaca, Bella bisa mengetahui jika Ava datang bersama seorang pria. “Ares?” tanya Bella menebak. Ava menggelangkan kepalanya cepat. “Bukan, itu Om gue, ” bohong Ava. “Oh.” Bella mengangguk. Sekali lagi ia melirik ke arah mobil. Ia merasa tidak asing dengan orang itu. “Ya udah, gue duluan, ya, Va. Suami geu nungguin.” Ava mengangguk lalu tersenyum. “Hati-hati, Bel.” Ava mengusap dadanya. Hampir saja ketahuan. “Kenapa gue jadi kayak penjahat gini, sih?” Ava menggaruk alisnya. Ia kemudian berjalan cepat masuk ke Toserba untuk membeli keperluannya. 15 m3nit berlalu … Ava masuk ke dalam mobil. “Udah, Pak. Ayo!” Sadar jika mobil mereka tetap tidak bergerak, Ava

