Ava melambaikan tangannya pada Ares yang ia paksa mengantarnya pulang. Sebenarnya, Ares menolak permintaannya itu, tapi karena Ava mengancam akan mendiami Ares seumur hidup, pria itu langsung menerimanya. “Hati-hati, mantan!” teriak Ava yang dibalas tawa jenaka oleh pria itu. Gadis itu berbalik memasuki gerbang rumah yang kini menjadi tempatnya pulang. Sebuah tangan menariknya hingga tubuhnya terhuyung ke belakang. Ia terkejut ketika mengetahui siapa pelakunya. “ Apaan, sih, Pak? Saya kaget tahu!” “Va, kamu ini siapa?” Ava melongo. “Saya Ava.” “Ava itu siapanya saya?” “Mahasiswa.” Arka menaikkan sebelah alisnya seolah tidak puas dengan jawaban Ava. Gadis itu menghela napas pelan. “Istri.” “Lalu, apa saya salah kalo saya gak suka kamu sedekat itu sama Ares? Kasih tahu saya supaya sa

