Hari ini merupakan hari terakhir bulan Ramadhan. Hilal telah tampak, tinggal menunggu hitungan jam para umat muslim akan meraih kemenangan. Membuka jendela lebar-lebar, kubiarkan angin membelai rambut panjangku yang masih setengah basah usai keramas. Tak seperti kemarin, hari ini sangat cerah. Sudah pukul tiga, seluruh penghuni rumah sudah mulai disibukkan di dapur. Ibu, Amira, dan Fatiha terjun bersamaan masak besar untuk persiapan lebaran esok. Setelah ini aku pun ikut bergabung membantu. Karena Ibu sedang dalam masa iddah, beliau tidak dapat bersilaturrahmi ke mana-mana. Sebagai gantinya, para saudara yang akan mendatangi belian, termasuk keluarga Ulil. Pekikan tawa gembira si bungsu dan kakaknya terdengar hingga ke kamarku. Sesekali tawanya menular pada Ibu. Semua orang berbahagia

