Rasanya baru kemarin saya mendatanginya saat ia masih berduka ditinggal oleh bapaknya. Matanya yang bengkak dan berair membuat saya tidak tega hendak menyampaikan surat dari Rahmat sekaligus keinginan pria tersebut untuk membatalkan pernikahan. Dalam kecelakaan yang menimpanya, Rahmat sama sekali tidak memikirkan kesulitannya. Ia justru memikirkan Salma dan terus membujuk saya untuk menggantikannya. “Bapaknya Salma meningga, Rahmat,” ungkap saya ketika saya mengunjunginya di kantor polisi dan ia masih saja membujuk saya untuk menikahi Salma. “Innaalillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” “Jangan bahas urusan itu dulu. Sekarang kita fokus dengan masalahmu.” “Tapi bagaimana dengan Salma, Gus?” Saya menghela napas panjanga. Rahmat begitu peduli padanya. “Dia pasti mengerti. Berita kecelakaa

