Aile memilin sisi samping roknya. Ia mengintip ke dalam kelas. Teman – temannya sudah banyak yang berdatangan. Kakinya ingin melangkah masuk, namun masih ragu. Sedari dulu, ia tak suka menjadi bahan perhatian. Dan kemunculannya di kelas setelah seminggu absen, tentu akan menjadi bahan pembicaraan temannya. Namun, Aile mengingat perkataan Rona. Semua orang tahu bahwa dialah yang menjadi korban di sini. Jadi, tidak akan ada yang berani macam – macam padanya. Aile mengambil napas dalam – dalam, dan sambil mengeluarkannya secara perlahan, ia akhirnya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas. Sesuai dugaan yang ditakutinya, ia sontak menjadi bahan perhatian di kelasnya. Kepalanya menunduk dalam, melewati beberapa meja untuk sampai di kursinya. Ia menatap sejenak posisi di mana Meka hampir

