Aile duduk di sebuah ruangan yang sempit, di depannya terdapat kaca tembus pandang, di mana di balik kaca itu masih ada ruangan lagi. Tangannya saling bertaut, menunjukkan perasaannya yang cemas. Setelah melalui pergumulan yang sulit, Aile memutuskan untuk menjenguk Meka. Aile benar – benar takut melihat pemuda itu lagi. Wajah Meka membuatnya kembali teringat kejadian sore itu. Namun, Aile tidak ingin tenggelam dalam ketakutan. Ia tak boleh kalah oleh ketakutannya sendiri, karena itu hanya akan membuatnya lemah. Pintu dari ruang seberang terbuka, menampilkan sosok Meka dengan baju tahanan. Pemuda itu terlihat kacau dan kurus. Ketika Meka duduk di hadapannya, Aile spontan mundur sedikit. Walau pun ada kaca yang membatasi mereka, mental Aile tetap saja sedikit goyah saat bertatapan langsun
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


