Asra melangkah masuk ke dalam ruang ICU. Suasana dalam ruangan itu benar – benar hening. Hanya diisi oleh suara dari mesin monitor pasien. Pria itu melangkah melewati meja jaga di mana beberapa perawat dan dokter duduk di sana, sibuk dengan tugas masing – masing. Ia berhenti di ranjang pasien dimana Aile berbaring. Asra duduk di samping ranjang gadis itu. Penampilan pria itu sekarang sudah jauh lebih rapi dari yang kemarin. Asra mengamati keadaan Aile. Mata gadis itu masih tertutup rapat. pengaruh obat bius belum juga habis. Namun setidaknya, Asra bersyukur saat mendapati tunangannya itu masih bernapas normal. Tekanan darah dan detak jantungnya yang terekam di mesin monitor juga terlihat normal. Asra menggenggam tangan Aile di mana jarum infus tertancap di sana. Ia menaruh keningnya di sa

