Bab 33

1449 Kata

Jari – jemari Asra saling bertaut, tremor menunggu pintu ruang operasi yang belum juga terbuka. Baju yang dipakainya mempunyai bercak darah milik Aile, namun Asra tak mempedulikan itu. Sekarang, yang ada di kepalanya hanyalah Aile. Ia menunduk dalam dengan mata tertutup erat, memohon Pada Yang Diatas agar menyelamatkan nyawa orang yang telah melindunginya. Asra menyalahkan dirinya sendiri. Harusnya dia yang ada di posisi Aile saat ini. Harusnya dia yang berjuang di dalam sana untuk bertahan hidup. Harusnya dia yang merasakan itu semua. Tapi, mengapa … mengapa harus Aile yang merasakan itu semua? Air mata Asra mengalir keluar dan dengan cepat ia mengusapnya. Ia mengepal erat tangannya saat mengingat Meka. Anak itu … dialah penyebab dari semua ini, yang membuat Aile harus merasakan ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN