Aile dan Meka duduk satu meja, saling berhadapan. Alunan musik lembut terdengar di dalam café yang kedap suara itu. Aile melayangkan pandangannya ke luar jendela, di mana jalan raya dipenuhi kendaraan yang lalu lalang. Matahari sedang terik-teriknya namun panasnya tak berlaku bagi mereka yang ada dalam café itu. “Wah!” Aile bertepuk tangan dengan pelan ketika pesanan mereka sudah datang. Croffle dengan topping oreo serta jus alpukat. Walaupun sudah menghabiskan satu kotak bekal pemberian Kania tadi, Aile tidak keberatan untuk menghabiskan makanan dan minuman yang ada di depannya kini. Ia mengambil croffle tadi dan memakannya dengan penuh penghayatan. Meka yang mengamati ekspresi gadis itu tersenyum kecil. Ia menyodorkan bagiannya agak ke depan. “Kayaknya lo suka banget. Abis

