Trish membuka pintu dengan senyum lebar, berbanding terbalik dengan adiknya yang berdiri di depan pintu dengan wajah suram. Trish lalu membawa adiknya itu ke dalam pelukannya. “Kerja bagus, Meka,” pujinya dan mengelus punggung Meka, seolah adiknya itu sudah memenangkan sesuatu.. Meka melepas pelukan kakaknya dengan wajah gelisah. “Yang kita lakuin ini udah benar, kah, Kak? Gue ngerasa gelisah,” ujarnya pelan. Trish langsung menggeleng pelan dan meyakinkan adiknya itu. “Ini udah benar, Meka. Lo harus yakin sama gue, oke?” “Tapi, hubungan dengan Pak Asra dan Aile udah sampai tahap pertunangan, Kak. Itu artinya hubungan mereka udah hampir masuk tahap serius, orang tua mereka saling mengenal dan pastinya ….” Meka menggantung ucapannya dan menunduk. “Mungkin mereka

