Aile merebahkan dirinya ke tempat tidurnya dan menatap layar ponselnya dengan mata agak menyipit. Layar ponselnya menampilkan bagian komentar dari ceritanya. Hari ini hanya ada dua yang meninggalkan komentar dari update-an-nya hari ini. Sejujurnya, Aile merasa ada yang hilang. Komentar dari pemilik username Gandika yang selalu ditunggu-tunggunya kini tak ada lagi. Padahal hanya itu satu-satunya komentar yang membuat idenya selalu mengalir lancar layaknya air terjun. Di saat para pembaca lain hanya meninggalkan komentar yang meminta kelanjutan cerita secepatnya, Gandika justru memberi komentar yang panjang berisi kesannya setelah membaca dan terkadang memberi kritik ringan saat ada kesalahan sedikit. Satu lagi, Gandika paling setia mengingatkannya bila ada typo walaupun itu hanya satu

