Asra keluar dari kamar mandi dan mengusap wajahnya yang basah dengan handuk. Tujuannya memanggil Aile ke kamarnya bukan hanya untuk menghindari pertanyaan dari orang tuanya, namun ia ingin menghabiskan waktu sebentar dengan gadis itu. Ia benar-benar merindukan Aile saat di Bali. Bahkan sebelumnya ada terbesit keinginan untuk ke rumah Aile malam ini juga jika saja gadis itu tidak bertandang ke rumahnya. “Aile, saya punya ole-ole buat kamu,” ujar Asra saat sampai di kamar. Namun, sikap Aile yang janggal membuatnya berhenti. Gadis itu tengah diam berdiri membelakanginya dengan dua handphone di tangannya, “Aile, ada apa? Kok, handphone saya di tangan kamu?” Aile perlahan berbalik. Dan ketika pandangan mereka bertemu, Asra merasakan atmosfer negative tengah menguasai suasana mereka. Ke

