Trish menekan bel apartemen Asra sebanyak dua kali. Malam ini juga ia harus memastikan fakta tentang foto itu. Ketika pintu apartemen terbuka, sosok gadis yang membukanya sudah secara tak langsung menjawab pertanyaannya. Bibir Trish tersungging, menampakkan senyum antara kepuasan dan kecewa. Matanya menyoroti Aile yang kaget dengan tatapan mengintimidasi. “I got you. Memangnya ada ya orang sepupuan pakai nonton bareng di dalam sebuah apartemen dan hanya berduaan?” sarkasnya mengangkat alis sebelah. Ia melipat tangannya di depan dengan wajah angkuh dan berjalan masuk ke apartemen, melewati Aile yang masih membeku di tempatnya. “Aile, itu sia—” Ucapan Asra menggantung ketika melihat Trish sudah duduk anggun di sofa ruang tamunya. “Hai, Sayang,” sapa Trish melambaikan tangannya, diser

