Duka Opa

1006 Kata

Di hari penguburannya, dilengkapi baju hitam, kita bersama menyaksikan jasadnya dikebumikan. "Mama. Oma kenapa dimasukin ke lubang?", tanya gw polos menggandeng Mama. Mama dengan mata sembab berusaha tersenyum. Dengan lembut dia menjawab, "Oma mau pergi nak" "Kok ke lubang?", tanya gw lagi. "Iya, jadi mereka nanti tidur dulu di dalam sana. Habis kita bilang bye-bye, dia bakal pergi ke surga ketemu sama yang lain. Nanti dia ngawasin kita dari atas sana", jawab Mama sebisa mungkin. "Kaya Kakek Nenek ya? Eiy ga pernah ketemu, tapi mereka sayang Eiy kan?", kata gw sok paham. Mama melembut, kemudian mengangguk sambil membelai kepala gw. Gw menyaksikan prosesi pemakaman bahkan sampai menebarkan bunga diatas kuburannya. Keadaan jadi rusuh karena Opa masih belom bisa terima kepergian Oma.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN