Dua minggu berjalan tanpa terasa. Aku berhasil menyelesaikan satu busana milik Sita. Setelah ini, aku akan fokus pada persiapan Jakarta Fashion Week yang akan dihelat satu bulan lagi. Butik sedang sibuk-sibuknya, apalagi Bu Rahma yang mempersiapkan segala hal hingga kadang aku tak sempat bertemu dengannya. Senyumku merekah sempurna saat memindai busana selutut yang akan kuberikan pada Sita di butik nanti. Semoga ia suka, karena sejauh ini, gadis itu selalu memberikan respons positif pada setiap laporan progress yang kuberikan. Aku terbangun sebelum matahari terbit. Entah mengapa tubuhku merasa ringan dan senang menjalani kesibukan yang membuatku teralihkan dari rasa sakit yang masih terpendan akibat masa lalu. Aku membuka kulkas dan mengambil dua butir telur dengan

