Mbak, saya sudah sampai butik. Pesan dari Sita yang baru saja masuk, membuatku berhenti memeriksa hasil jahitan busana pesanan yang kami bawa dari pameran Jakarta Fashion Week kemarin. Aku meninggalkan ruang produksi dan berjalan santai ke showroom lantai bawah. Aku sudah mengatakan pada Sita melalui pesan beberapa saat lalu, jika ingin mengunjungiku di butik, ia bisa langsung menghubungiku jika sudah sampai dan menungguku di salah satu sofa tamu butik. Senyumku merekah saat sosok Sita menoleh kepadaku yang berjalan menghampirinya. Aku menyapanya dan saling cium pipi seperti yang selama ini kami lakukan. “Nunggu lama?” tanyaku basa-basi. Sita menggeleng seraya tersenyum simpul. “Aku bawa kue sus untuk Mbak Ratih. Buat teman kita minum teh, bisa kan?” tanyanya degan wajah yang riang d

