Malas! Apa lagi yang membuat Denisa semakin malas kalau bukan Leon. Entah sejak kapan semakin ia tak sadar. Kekasih yang dulu ia banggakan kini menjadi sampah yang siap ia buang. Hanya menunggu waktu yang tepat Denisa akan memastikan hubungan itu segera berakhir. "Kalau udah nggak guna. Buat apa di pertahankan!" gumam Denisa. Kini ia menatap potret kebersamaannya dengan Leon. Sedetik kemudian perlahan merobek menjadi dua hingga gambarnya terpisah sedemikian rupa. Kejam! Habis manis sepah dibuang. Itu lah yang Denisa terapkan. Ponsel miliknya kembali bergetar namun, dengan cepat Denisa mendengus sebal. Masih mengabaikan ponsel yang tak mengenal lelah bergetar tanpa nada diatas nakas. Bisa di tebak itu adalah panggilan. "Astaga... Nggak capek apa nelpon terus!" cicitnya menekuk wajah.

