CEO TAMPAN DAN GADIS MISKIN 12.
**
Beberapa hari berlalu setelah Andrew makan bersama Karina dan pacar mereka. Andrew menjadi lebih sering mengatur Karina ini dan itu. Karina menjadi sedikit kesal dengan ulah majikan sintingnya.
Karina sedang berada di Swalayan membeli kebutuhan dapur majikannya. Karina mendengkus melihat panggilan video dari Andrew, dengan setengah hati ia mengangkatnya.
"Ada apa tuan? Aku lagi sibuk, nih"
Kesal Karina begitu melihat wajah Andrew di video.
"Dasar sok sibuk. Memangnya kamu siapa, Bibi. Kamu sedang dimana? Pasti tidak dirumah ya?" tanya Andrew.
"Ya, saya lagi di swalayan, Cassanova cerewet. Sudah ya jangan ganggu saya. saya lagi sibuk nih." Kesal Karina.
"Hahahah, kamu menyadari ya kalau aku memang Cassanova. Kamu baru sadar ketampanan ku dan ke-kerenan ku." Andrew terkekeh membuat Karina mau muntah.
"Ya Cassanova seperti anda seharusnya tidak mengurusi pembantu seperti saya. Sudah ya saya mau belanja lagi."
"Cepat pulang dan ingat rumahku sangat besar. Aku tidak mau ada setitik debu pun di rumahku. Jadi kamu harus mengerjakannya!"
Perintah Andrew membuat Karina kembali mendengkus.
"Ya, Tuan. Daya paham kapan harus mengerjakannya dan jangan cerewet. Saya ada keperluan sebentar dan Dodi akan mengantarnya," tambah Karina hanya ingin melihat reaksi Andrew.
"Tidak boleh. Degera pulang. Aku membayar mu mahal bukan untuk jalan jalan. Kamu harus melayaniku. Pokoknya segera pulang. Siang ini aku makan siang di rumah!"
Wajah Andrew langsung mendekat membuat Karina bergidik. Melayani apa maksudnya memangnya aku siapa?
"Ya ya cerewet!"
Klik.
Karina mematikan panggilannya dan merasa sangat kesal dengan ulah Andrew yang suka mengaturnya seperti orangtuanya.
Karina bergegas memilih beberapa detergen ketika matanya membola melihat Clair. Ya, Clair bersama seorang pria mereka sangat mesra dan bahkan pria itu mencuri curi ciuman Clair. Ternyata Andrew mendapat penghianatan dari kekasihnya. Kasihan Andrew, Karina membatin. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya menyaksikan kemesraan antara dua insan manusia yang sedang dimabuk cinta.
Mengapa mereka tidak malu memamerkan kemesraan nya. Pasti Andrew terlalu cerewet dan suka ngatur sehingga Clair berpaling dengan pria lain. Tidak dipungkiri Swalayan tempat Karina berbelanja memang tidak terlalu ramai pasalnya hanya orang orang berkantong tebal yang berbelanja di sini.
Tidak ada angkutan yang mengantar kesini. Biasanya orang orang menggunakan taksi atau mobil pribadi. Swalayan ini menjual juga bermacam macam buah buahan segar. Membuat Karina nyaman berbelanja karena uang yang digunakan adalah uang Andrew bukan uangnya.
Karina terus memperhatikan Clair dan pacarnya sampai ke meja Kasir. Mereka terus tersenyum hingga akhirnya meninggalkan Swalayan dengan mobil mereka. Karina hanya bisa menggelengkan kepalanya menyaksikan penghianatan Clair. Tidak menyangka pacar majikannya tega mengkhianatinya.
Disisi lain Karina kasihan pada Andrew yang mendapat penghianatan. Namun, ada juga rasa senang. Bagaimana bila majikannya mengetahui bahwa kekasihnya berkhianat pasti Andrew akan marah besar dan majikan cerewet akan menyadari kesalahannya. Karina hanya ingin Andrew sadar dan tidak menjadi lelaki cerewet lagi.
**
Andrew merasa kesal dan marah kala Karina mematikan panggilan video secara sepihak. Entah apa yang terjadi pada Andrew. Bukankah tidak ada salahnya Karina berbelanja kebutuhan dapurnya yang habis. Mengapa ia suka sekali mengatur Karina? Andrew sendiri merasa bingung dengan sikapnya. Wajar saja bila Karina pergi bersama Dodi yang notabane nya pacar Karina. Ia mengacak acak rambutnya tidak tahu apa yang dirasakannya. Pasti ia sudah setengah gila bila sampai menyukai Karina.
"Pak, maaf kita sudah kedatangan Client dan direksi lain yang akan meninjau bangunan dan produk baru." Suara sekretarisnya mengagetkan.
"Hei. bisa tidak kamu ketuk pintu dulu sebelum masuk. Atau kamu bisa telepon!" kata Andrew dengan nada tidak suka.
"Sudah pak, tetapi bapak tidak mendengar," ujar Iwan sekretarisnya dengan nada takut.
"Ya sudah saya akan bersiap. Kamu juga harus bersiap buat meeting!"
Perintah Andrew, Iwan mengangguk dan keluar dari ruangan sang boss.
Andrew merasa sedikit gusar kala Iwan memergokinya sedang melamun. Entah mengapa Andrew lebih menyukai sekretaris pria dibanding wanita.
Beberapa sekretaris wanitanya membuat Andrew malas dan kesal. Bagaimana tidak, mereka secara terang terangan memakai baju ketat memamerkan d**a dan pahanya. Ada juga yang dengan terang terangan mengirim surat cinta padanya membuat Andrew menjadi muak. Sehingga ia lebih tenang memiliki sekretaris pria dibanding wanita.
Bila kebanyakan CEO suka bermain wanita. Namun, tidak dengan Andrew. Ia tidak suka membuang benihnya di sana sini. Andrew suka wanita yang mandiri dan cerdas serta tidak ber-foya foya dengan uang orang tuanya. Wanita idaman yang belum ia dapatkan. Andrew berjalan gontai keluar ruangannya hendak menemui Client dan Direksi lainnya.
**
Andrew makan siang bersama beberapa Client dan Direksi lainnya di salah satu Resto di Mall sekalian meninjau proyek bangunan baru dan membicarakan produk baru mereka. Iwan sekretarisnya juga ikut serta. Resto yang mahal dan elegant dipilih mereka untuk makan siang sekaligus berbincang mengenai proyek mereka.
Makan siang pun selesai dan mereka keluar dari Resto tersebut hendak meninjau kembali proyek bangunan baru kerjasama perusahaannya dengan Client nya.
Ekor mata Andrew menangkap sosok yang dikenalnya. Andrew kemudian melihat dengan jelas siapa yang ia lihat. Seketika matanya membulat sempurna menatap sosok Dodi pacar Karina dengan wanita lain sambil berangkulan. Hati Andrew memanas melihat kemesraan mereka.
Andrew kemudian menyikut Iwan agar menemani Client meninjau proyek mereka. Iwan setuju, setelah Andrew berpamitan dengan Client nya, ia pun bergegas menghampiri Dodi dan kekasihnya yang sedang asyik dan bermesraan.
"Enak ya makan es krim sambil suap suapan," ujar Andrew santai yang sudah berdiri dibelakang mereka.
Seketika Dodi dan Silvia melirik kebelakang. Dodi sangat kaget melihat sosok Andrew sudah dihadapannya.
"Siapa dia, Sayang?" tanya Silvia.
"Sayang, jadi ini pacarmu?" sela Andrew datar dengan nada tidak suka.
"Bukan siapa siapa kok, Sayang," kata Dodi yang terlihat pucat dan takut. Ia tidak berani menatap mata elang Andrew.
"Jadi kalau ini pacarmu terus Karina apa dong?" Andrew mulai kesal tidak ditanggapi.
"Karina siapa Dodi? Apa kamu selingkuh? huh!" Wajah Silvia terlihat bingung.
"Tidak, Sayang. Biar aku jelaskan." Dodi tidak kuasa melihat Silvia merajuk.
"Dasar pria b******k!" sentak Andrew kesal dan.
BEUGHHH!!!!
Sebuah pukulan melayang ke wajah Dodi. Seketika ia meringis dan Silvia hanya menatap nanar dengan wajah takut.
Bersambung.