Tiga Puluh Dua Keluarga Akhtar duduk di sebuah meja makan bundar, mereka menyantap makan malam sambil sesekali bertukar cerita dan bercanda. Akhtar bahkan bisa tertawa lepas saat mendengar adiknya bercerita. Akhtar menggeser kursinya dan langsung berdiri. "Mau ke mana Mas?" Airin menatap kakaknya. "Ke toilet dulu sebentar." Akhtar langsung melangkah pergi. Bibirnya tersenyum manis merasakan betapa bahagia hidup damai bersama keluarganya. Baru saja Akhtar berlalu, seorang laki-laki dan perempuan datang menghampiri keluarganya. Airin dan Fardhan menatap heran laki-laki yang berdiri di dekat meja mereka. "Nak Kavindra, apa kabar?" Ujar Ibu Akhtar. Senyum di wajahnya mengembang begitu melihat orang yang baru saja datang. "Alhamdulillah baik Bu. Ibu sendiri bagaimana kabarnya?" "Alhamd

