Chapter 27

1162 Kata

Dua Puluh Tujuh Pagi-pagi Akhtar sudah bangun dan bersiap-siap. Jam tujuh nanti dia akan mengantar ibu Panti yang hendak menjenguk temannya. Akhtar menunggu di ruang makan sembari menemani adik-adik angkatnya sarapan. Dia hanya meminum secangkir kopi hitam karena tidak terbiasa sarapan. "Mas mau ke Jakarta lagi ya? Kok udah rapi," tanya seorang anak remaja yang duduk di depannya. "Nggak, Mas mau antar Ibu jenguk temannya," ujar Akhtar. "Temannya Ibu, siapa ya?" Akhtar mengedikkan bahu, dia sendiri tidak tahu karena baru sekali ini ibu Panti mengajak dirinya. "Tapi nanti Mas pulang ke sini lagi kan?" Akhtar mengangguk, "Iya, memangnya kenapa?" "Gak papah Mas, kalau ada mas Akhtar di sini jadi rame," ujar si Anak sembari mencuri-curi pandangan pada Akhtar. "Memang biasanya sepi?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN