"Maaf Mas nggak bisa nganterin ke Jepangnya langsung." Nazeef mencoba untuk menguatkan diri. Nazeef salah membaca tiket pesawat, ternyata penerbangan sang istri di siang hari bukan sore. Sekarang mereka sudah ada di bandara, Mala menjadi super lengket sekali dengan dirinya. Sekali lagi Mala memastikan. "Mas senang kalau aku ke Jepang?" "Senang banget, semoga kamu bisa menimba ilmu dan juga pengalaman yang sangat banyak di sana." Mala memaksakan diri untuk tersenyum. "Mas harus jaga kesehatan, kerja sewajarnya saja. Jangan telat makan, nomor Mas harus aktif terus." Nazeef mendengarkan wejangan sang istri dengan sangat baik. "Ia sayang." "Jangan nangis," ujar Nazeef sambil menyeka air mata yang mengalir di pipi sang istri. Mala tidak bisa menahan air matanya agar tidak keluar, terlalu s

