Tangan Felix bergetar dengan hebat, begitupun dengan Alex. Mereka berdua benar-benar kacau dan tidak bisa berpikir dengan baik. Nazeef langsung masuk ke dalam UGD karena dia tidak sadarkan diri. Nazeef terlalu lama menahan rasa sakit sehingga tubuhnya ambruk. "Nazeef bakal baik-baik aja kan?" lirih Alex yang masih berada di depan pintu ruangan UGD. Dia tidak bisa masuk ke dalam. "Dia pasti baik, dia kuat." Felix mencoba untuk berpikir positif. Mulut boleh berkata seperti itu tetapi rasa takut tidak kunjung bisa hilang. Alex masing menunggu dengan perasaan campur aduk, mereka tetap berada di posisi awal untuk menunggu kabar dari petugas medis yang ada di dalam ruang UGD. Sebelum masuk, Felix menjelaskan terkait kondisi Nazeef yang tiba-tiba saja pingsan. Mereka juga memberitahu tentang p

