Menyesal

2181 Kata

Nazeef membuka matanya secara perlahan, sudah hampir satu jam dia memejamkan mata. Perasaannya sudah lebih baik dari sebelumnya. Ternyata Alex dan Felix masih berada di dalam ruangan. Entah kenapa Nazeef tersenyum tipis melihat kedua temannya. Alex sedang berbaring di sofa, sedangkan Felix tengan serius menonton televisi. Tidak butuh waktu lama, mereka sadar jika Nazeef sudah bangun. Keduanya langsung mendekat ke arah Nazeef. "Gue siapa?" tanya Alex langsung. Dia sudah mendapat informasi tentang penyakit Nazeef, baik persentase kesembuhan menurut ilmu kedokteran dan juga tentang efek-efek yang mungkin memburuk semakin hari. Alex tentu saja takut, bagaimana jika Nazeef melupakan dirinya? Itu terlalu menyakitkan sekali. Nazeef hanya menatap dengan raut wajah kebingungan. "Gue siapa?" ujarn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN