Episode 1
Rara duduk dihadapan orang tuanya tepatnya pusaran kedua orang tuanya yang masih basah , ya orang tua Rara meninggal dunia karena terseret banjir bandang, saat mereka berwisata di curuk yang tepatnya didaerah Jawa Timur.
Flahsbak
Saat itu Rara beserta kedua orang tuanya mengikuti karya wisata di curuk di daerah Jawa Timur, bersama semua karyawan perusahaan maju mundur, untuk merayakan ulangtahun yang ke 22 tahun berdirinya pabrik tersebut.
Saat itu Rara tidak ikut turun untuk bermain diarea curuk tersebut karena dia masih lemas habis mabuk perjalanan, sehingga ia disuruh orang tua nya menunggu di sebuah warung makanan, disana Rara disuruh makan banyak oleh orang tuanya karena alasannya biar tenaganya kembali lagi.
"Ibuk, kenapa pesan makanan banyak banget ?" tanya Rara keheranan
"Biar Rara gak lemes " ucap ibu Rara dengan mengusap kepala Rara dengan sayang
"Tapi Rara udah enggak lemes lagi buk, aku ikut bapak sama ibu main kesana ya " pinta Rara dengan merengek
"Gak usah kamu masih lemas gini mau ikut" ucap ibu Rara sambil mengoyangkan badan Rara
"Ikut ya, please" ucap Rara dengan puppy eyes yang dia miliki
"Gak boleh Rara " ucap ibu Rara dengan memalingkan mukanya karena dia tidak kuat untuk menolak keinginan Rara karena Rara sudah mengeluarkan jurus andalannya
"Nduk, nanti seandainya kalo bapak sama ibuk udah tidak ada disini lagi, kamu harus kuat ya karena kami tidak punya sanak saudara lagi, walaupun keadaan terjepit kamu jangan melakukan hal yang bertentangan dengan norma ya nduk " ucap ibu Rara dengan berderai air mata
"Kenapa ibu ngomong seperti itu " ucap Rara sesugukan
"Yaudah gak usah dibahas sekarang kamu makan ya, ibu sama bapak mau kebawah dulu nyamperin teman - teman bapak kamu " ucap ibu Rara untuk memutuskan kesedihan yang telah dia ciptakan sendiri
"Iya ibu, aku akan selalu mengingat setiap ucapan ibu sama bapak, ibu, bapak boleh peluk " ucap Rara dengan penuh harap
"Boleh nduk, sekalian kita foto ya untuk kenang - kenangan " ucap bapak Rara
Flahsbak Off
"Ibu sama Bapak kenapa tinggalin Rara sendiri didunia ini, kenapa kalian tidak ngajak Rara sekalian Bu, Pak. Rara nggak kuat menghadapi coban yang begitu berat dihidup Rara hiks..... hiks..." gumam Rara sesugukan diantara tempat peristirahatan terahir kedua orang tua nya yang masih basah karena kedua orang tua Rara baru dikebumikan
Rara memiliki nama panjang Rara Syakila memiliki ciri - ciri kulit putih tinggi hanya 145 dan ia baru saja menginjak umur 20 tahun tepatnya satu bulan sebelum kedua orang tua nya meninggal dan ia hanya mengenyam pendidikan sampai SMA saja karena ketidak mampuan dalam biaya untuk melanjutkan keperguruan tinggi. Karena bapak Rara cuma buruh pabrik dan ibu nya cuma ibu rumah tangga jadi penghasilan bapak nya Rara cuma bisa menyukupi kebutuhan rumahtangga saja.
Tak terasa Sudah 40 hari orang tua Rara meninggal, Rara memutuskan untuk merantau dikota karena untuk memenuhi kebutuhannya dan untuk melupakan kenangan mengerikan yang menimpa kedua orang tuanya, dan Rara adalah anak tunggal dan bapak ibunya itu juga sama - sama anak tunggal dan nenek kakek nya juga anak tunggal jadi sekarang Rara sudah tidak mempunyai sanak saudara lagi.
" Pak, bu doain Rara ya, agar dapat pekerjaan yang halal dikota " kata Rara dengan menahan isak tangisnya. Rara melihat kembali kepemakaman kedua orang tuanya, dia akan sangat merindukan pelukan hangat orang tuanya, nasehat nya, dan dia juga akan rindu curhatan dengan kedua orang tuanya.
"Pak ojek ya "
"Iya mau kemana mbak ? " tanya tukang ojek
"Ke terminal pak " jawab Rara
"Siap mbak, ini helem nya " ucap tukang ojek tersebut bersaan tangannya menyodorkan helem
Takterasa 15 menit sudah dilalui Rara untuk mencapai ke terminal ahirnya sampai juga.
"Berapa pak ongkosnya ? Tanya Rara
" 20.000 aja mbak " jawab tukang ojek tersebut
Ahirnya Rara naik bus jurusan Semarang - Jakarta, setelah menunggu 5 menit untuk menunggu penumpang pada masuk bus pun dijalankan dan perlahan - lahan meninggalkan Kota Semarang.
"Selamat tinggal Semarang, selamat tinggal kenangan, selamat tinggal semua " ucap Rara dengan sendu tak terasa air mata nya menetes tanpa bisa dicegah untuk tidak menetes.
Setelah menempuh jarak cukup jauh dan memakan waktu sekitar 5 jam tak terasa Rara sudah sampai di Jakarta dan Rara segera turun dari bus untuk mencari kos.
Setelah berjalan selama 10 menit Rara menemukan tempat kos yang harganya sesuai dengan kantong nya yaitu cuma bayar 500.000 ribu perbulan.
"Ahirnya bisa istirahat dikasur juga " gumam Rara "Besok aku harus mulai cari kerja yang bisa dimasukin lulusan SMA " gumam Rara dengan mengepalkan tangan keatas untuk menyemangati dirinya sendiri.
●●●
Sedangkan disisi lain Hendra sibuk dengan berkas - berkas yang butuh tanda tangan nya, ya Hendra adalah seorang CEO diperusahaan milik orang tuanyya yang bergerak dibidang arsitektur. Ohya nama panjang ku Hendra wijaya umurku sekarang 31 aku memiliki ciri - ciri warna kulit putih, wajahku blesteran antara Jerman dan Indonesia jadi ketampananku diatas rata - rata, tinggi ku 180 dan aku udah punya pacar nama nya Fiona dia seorang publik figur di singapura, dan aku sudah menjalin hubungan sejak aku masih duduk dibangku SMA kelas 11 tapi sekarang dia ninggalin aku tanpa kata putus jadi hubungan aku sama dia seperti ngambang alias nggak jelas.
Dert Dert Dert
[Iya ada apa mah ? ] sapa Hendra to the poin
[Kalo telfon salam dulu dong ] jawab mama. Ya itu mama ku, mama Risma dia asli Jawa tepatnya Surabaya Jawa Timur, dia sekarang sudah umur 56 tahun jadi ya begitulah nyuruh - nyuruh aku untuk cepat - cepat nikah. Karena teman - teman aku sudah pada nikah dan sudah punya anak .
[Nanti kamu harus pulang jam 6 ya nanti teman mamah mau main kerumah sekalian mau jodohin kamu dengan anak nya, kamu bisa kan ? ]
[Bisa mah akan aku usahakan, tapi ini untuk terahir kali ya mamah jodoh - jodohin aku lagi aku udah punya pasangan sendiri mah ] terangku
[Ohh pacarmu yang pergi ninggalin kamu tanpa kejelasan itu ya, ngapain kamu masih nganggap dia kamu kan nggak ngerti kalo dia udah punya pacar apa nggak ] jawab mama dengan marah - marah
[Aku masih sayang sama dia mah, akan aku tunggu dia pulang ke Indonesia walau sampai 1000 tahun ma ]
[Gak usah ngaco kamu, kamu harus bisa buka hati kamu diluaran sana masih ada yang baik, gak usah nunggu dia mamah mau cepat - cepat mau gendong cucu ]
[Iya - iya mah, udah dulu ya ma aku masih ada kejaan nih ]ucapku untuk mengahiri pembicaraan dengan mama yang selalu nyuruh aku melupakan Fiona
[ Ya udah assalamualaikum ]
[ Waalaikumsalam ma ]