Tubuh dinda begitu hangat didalam dekapan pak Dony, pria itu masih menatap takjub ke arah gadis ini. Ia melihat wajah yang tak lagi polos malam ini, hanya ada dinda yang begitu berani dan menggoda dihadapannya.
Pak dony kembali melumat lembut bibir dinda, ia terus menghisapnya dengan nikmat. Lidah mereka saling menyentuh dan menari-nari menggoda satu sama lain.
Setelah puas dengan bibir dinda, pak dony menurunkan ciumannya ke leher gadis itu. Ia menghisapnya kuat dan menyisakan tanda merah yang jelas, lalu jilatan lidahnya pun ikut bermain.
Dinda begitu menikmatinya, rasa geli dan nikmat menjalar keseluruh tubuhnya. Wangi rambut pria ini begitu memabukan dirinya.
Dinda hanya mampu melampiaskan dengan meremasnya kuat. Seluruh leher dinda habis tersapu oleh lidah pak dony bahkan hampir seluruh lehernya terdapat tanda merah.
Remasan terus terasa dikedua payudaranya, lembut dan nikmat. Bibir pria itu pun sampai ke p****g dadanya yang tegang dan meminta untuk dipuaskan.
Pak dony mengulum lembut p****g dinda, menghisapnya penuh kenikmatan dan memainkan lidahnya dipuncak p****g dinda yang mengeras.
Dinda mengeluh panjang dan menahan rasa geli yang semakin menjadi. Panty yang ia kenakan semakin basah, hanya dengan permainan yang baru dimulai ia telah begitu terangsang.
“Aaaaahhh.. pak.. dinda ga kuat..” rengek dinda manja...
Pak dony pun menatapnya senang..
“Dinda mau lebih dari ini? Saya boleh lebih jauh lagi kan ?” Tanya pak dony dengan memilin lembut p****g dinda..
“Yes... you can do it daddy..” desah dinda tanpa sadar..
Pak dony begitu terangsang ketika dinda memanggilnya dengan sebutan Daddy..
“You call me daddy..honey?” Tanya pak dony sembari menyentuh lidahnya diputing dan keperut dinda..
“Yes...am I allowed to call you daddy? Sahut dinda dengan mata semakin sayu karena begitu terangsang dengan jilatan nakal yang pak dony berikan ditubuhnya.
Pak dony pun mengangguk dan melumat dalam bibir dinda hingga terasa kebas.
Ia melepas seluruh pakaian yang dinda kenakan hingga tubuh polos mahasiswinya itu terpampang jelas di hadapannya.
Ia meminta dinda membalik tubuhnya, dan pak dony dengan penuh nafsu meremas kuat b****g dinda. Ia menjilati kembali leher dan pundak mulus dinda. Gadis itu mendesah tertahan.
Bokong dinda pun menjadi sasaran tangan pria itu. Ia memukulnya pelan perlahan lalu berubah menjadi agak kuat.
Dinda pun mengerang lembut menikmati setiap pukulan di bokongnya. Dinda semakin terangsang karena perlakuan pria itu.
Plak....
Plak...
“Ahhh daddy..” erang dinda menggoda..
“Dinda suka sayang...?” Tanya pak dony dengan memukul kuat b****g dinda lagi..
“Ugghhh... Yes.. daddy i like that...” Dinda menggoyangkan bokongnya dengan menggoda.
Pak dony pun terus memberikan pukulan yang semakin kuat di b****g gadis nakal itu layaknya memberikan hukuman.
Ia kembali membalik tubuh dinda dengan kasar dan menyusupkan wajahnya dikedua p******a dinda yang kenyal. Menghisap dan menjilatinya, lalu turun hingga kebawah perut dinda.
Pak dony membuka lebar-lebar kaki dinda dan melihat celah yang begitu basah menggoda. Ia mengelus lembut gundukan kecil itu membuat dinda mengangkat pinggulnya menahan rasa geli dan nikmatnya.
Lidah kasar pak dony bermain dengan nakal dicelah v****a dinda, ia menjilatinya dengan rakus dan menghisap kuat. Terkadang ia mengigitnya lembut membuat erangan dinda semakin memenuhi kamar ini.
“Oouucchh daddy... enak banget...” Desah dinda pelan dan menekan kuat kepala pak dony sehingga lidah pria itu semakin dalam menyusup ke liang vaginanya.
Pak dony menekan kuat kedua paha dinda, lalu ia menjilatinya dari atas kebawah. Berulang-ulang hingga v****a dinda berkedut dan semakin mengeluarkan cairannya. Vaginanya semakin mengkilap dan menggoda.
“Dinda sini kamu jongkok diatas muka saya” tarik pelan pak dony ketubuh dinda.
Lalu dinda berjongkok sembari mendekatkan vaginanya ke wajah pak dony.
Pak dony meremas kuat b****g dinda dan lidahnya terus menjilati vaginanya. Dengan cepat dan menghisap kuat klitorisnya.
Dinda dengan susah payah menahan jeritannya, tanpa sadar ia menggerakan bokongnya maju mundur. Dinda begitu bernafsu karena lidah pak dony yang nakal menyusup terus didalam vaginanya.
“Aaahhhhh... Stop daddy.. dinda pengen ngulum juga” pinta dinda pelan.
Pak dony pun berdiri disisi ranjang dan menarik lembut wajah dinda untuk menghisap miliknya.
Gadis itu pun melakukan bagiannya dengan baik. Kulumannya semakin dalam dan menghisap dengan kuat.
Pak dony meremas kuat rambut gadis itu dan tanpa sadar ia menggerakan miliknya didalam mulut dinda. Maju dan mundur hingga menyentuh kerokongannya.
“Aaahhh.... Good baby girl.. you’re such adorable my dear.. uhhhhhh” kini pak dony yang mendesah penuh kenikmatan.
Ia begitu tergila-gila dengan permainan gila gadis ini, akhirnya pak dony menarik miliknya dan mendorong keras tubuh dinda keranjang. Ia pun membuka kaki dinda selebar mungkin. Menghantam kasar ke dalam liang v****a dinda.
“Ugghhh....”.... Desah mereka bersamaan..
Dinda merasakan vaginanya begitu penuh dan sesak karena milik pak dony, rasanya sungguh nikmat dan membuat dinda hanya mampu mengigit bantal disampingnya.
Sialan...
Punyanya pak dony enak banget !!!
Hentakan kuat terus pak dony lakukan, ia tak memberi jeda pelan digerakannya. Suara basah di v****a dinda semakin nyaring dan begitu kuat menghisap milik pak dony.
Pak dony pun mengulum dalam p****g dinda, ia begitu bernafsu melihat tubuh mereka berdua yang semakin berkeringat. Goyangannya semakin kuat dan terus menghantam keras hingga ke rahim dinda.
Gadis itu semakin menjerit penuh nafsu, dinda merasa sedikit lagi akan keluar dan tak lama vaginanya berkedut kencang dan semburan pelan terasa didalamnya.
“Aaarrgghhhh.....oohh shit...!!!” Pekik dinda menahan getaran ditubuhnya.
Pak dony menatap dengan mata yang liar, ia sungguh mengagumi cara gadis ini menikmati permainan mereka. Tubuh dinda masih bergetar menahan sisa orgasmenya.
Namun pak dony sudah mulai bergerak lagi bahkan kini gerakannya semakin brutal. Membuat dinda menjerit memohon ampun karena rasa nikmat itu.
“Aaaakkkhh... Yes daddy...lebih kuat lagi” jerit dinda..
“Gila kamu din.. ternyata kamu ga sepolos yang saya lihat aaaahh aaah..”
Pak dony pun mengulurkan jarinya kedalam mulut dinda, dan gadis itu menghisap dengan seksinya. Gerakan seksi gadis itu membuat pak dony semakin menggila menggoyang miliknya.
Milik pak dony lumayan besar dan itu agak ngilu tiap kali ia menggoyangnya dengan kasar. Namun dinda sangat menikmatinya.
“Sssshhhh dinda ayok kamu yang pegang kendali sayang, puasin saya...” Pak dony pun melepas miliknya dan meminta dinda duduk diatas.
Dengan segera mungkin dinda menggiring kembali milik pak dony yang masih mengkilap dan keras tersebut. Dinda menjerit pelan ketika milik pak dony memenuhi vaginanya.
Dengan tak sabar dinda bergoyang naik turun, rasa ngilu dan nikmat bercampur satu. Pak dony menatap tubuh dinda yang penuh dengan keringat, ia dengan tak sabaran menarik gadis itu untuk melumat bibirnya.
Tangan pak dony pun memegang kuat bokongnya dan mengambil alih permainan. Ia lalu mengehentak dengan kuat miliknya, sehingga bunyi kelamin yang beradu begitu keras. Tepukan kuat dan kasar terus ia berikan dibokong dinda.
Dinda sekuat tenaga manahan teriakannya, karena mulutnya masih terus dilumat dengan kuat oleh pak dony. Bahkan kini bibirnya terasa bengkak dan memerah, akhirnya lumatan itu terlepas.
Namun bibir pak dony kini malah menghisap p****g dinda sekuat mungkin, membuat gadis itu berteriak kesakitan.
“Aahhh daddy...sakit.. stop....!!!” Jerit dinda mendorong pelan kepala pak dony.
“Sakit sayang?? Aahhh maaf...” Pak dony pun melepas lumatannya kini hanya lidahnya yang sibuk menari diputing dinda.
Kini dinda mulai merasa akan kembali sampai...
Ia ikut menggerakan pinggulnya menambah panas permainan mereka, desahan keduanya semakin nyaring dan memenuhi ruangan ini. Pak dony dengan kasar memutar pinggulnya hingga dinda menjerit panjang dan ambruk di d**a bidang pria ini.
Tubuhnya bergetar begitu hebat, cairan vaginanya menetes banyak di milik pak dony. Namun pria itu masih menggoyang miliknya dengan lembut. Hingga akhirnya ia menghentak dengan keras dan jeritan dinda kembali terdengar.
Dinda masih merasa lemas dengan o*****e nya tadi namun pak dony tak memberinya kesempatan untuk istirahat terlalu lama. Dinda menarik kepala nya ke atas, ia mendesah begitu keras terkadang berubah jeritan. Mulut pak dony semakin sibuk menghisap dan menjilati putingnya.
Payudara dinda terasa geli jika bersentuhan dengan jambang yang belum tercukur di wajah pak dony. Namun sensasi geli itu terasa nikmat dan menggoda hasratnya.
“Aaahhh dinda... Saya mau keluar juga..din”
“Uughhh....ssshhh barengan daddy..”
Gerakan yang brutal tadi semakin tak beraturan lagi, semua makian dan erangan mereka menjadi satu.
Tak lama terasa semburan kuat divagina dinda dan disusul oleh pak Dony. Ia dengan cepat menarik miliknya dan mengeluarkan cairan kental itu diluar.
Pak dony mendekap erat tubuh dinda yang masih menikmati orgasmenya, tubuh keduanya begitu lengket karena keringat. Nafas dinda masih belum teratur, ia hanya mampu terbaring lemas di d**a pak dony..
“Thank u baby girl...kamu luar biasa...” Bisik pak dony pelan ditelinganya.
Dinda hanya tersenyum dan beranjak pelan untuk membersihkan dan dirinya di susul oleh pak dony.
Dengan cepat pria itu mengendong tubuhnya untuk masuk bersama ke dalam kamar mandi.
“Kita lanjutin yang kedua di bath up sayang”..pinta pak dony menggoda.
“Yes daddy...” Sahut dinda pelan..ia pun melingkarkan tangannya dileher pria tampan itu.
Permainan panas kedua pun berlanjut disana..
Jeritan demi jeritan penuh kepuasan pun terdengar panas.
(TAMAT)