Bagi Adinda siapapun yang menjadi patner s*x nya itu tak masalah dengan latar belakang apapun.
Jika dia sedang high, Adinda bisa bermain dengan siapa saja. Masih ingat bukan Adinda bahkan melepas keperawanannya pada kakaknya sendiri.
Adinda tak pernah permasalahkan usia, kecuali yang seusia ayahnya ia menolak. Selama patnernya itu hanya menganggap s*x adalah sebuah kenikmatan untuk mereka bagi bersama.
Tanpa ikatan saling ingin memiliki. Adinda dengan senang hati akan ikut permainan gila itu.
Namun sepandai-pandainya dinda ia suatu saat pasti akan terjebak juga oleh rasa ingin saling memilik dengan patner s*x nya ( Baca : Cerita Darkside).
Di titik itulah petualangannya akan berhenti dalam mencari segala kenikmatan yang ingin ia rasakan.
Namun ada hal tabu lainnya yang Adinda lakukan demi rasa penasarannya soal seks tersebut yaitu ia bercinta dengan dosennya sendiri dikampus.
Sangat gila memang dan itu adalah rahasia lainnya yang dinda coba sembunyikan dalam-dalam.
Kejadian ini terjadi saat Adinda di semester 3 perkulihanya, bukan juga mahasiswa baru ataupun lama. Namun sisa-sisa kepolosan Adinda masih ada, apalagi saat itu ia berpisah dari Pandu.
Kakak angkatnya itu melanjutkan kuliah di Jepang. Sebenarnya itu cara Tante Maria menyembuhkan ketergantungan Pandu pada Adinda soal Seks.
Ketika masa kosong dan kehilangan itu Adinda lebih sering lama dikampus, ia banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan.
Saat itu dikampusnya ada seorang Dosen yang masih terbilang muda yang berusia sekitar 28 tahun.
Ia memiliki kepribadian yang baik, ramah dan menyenangkan di kalangan siswanya. Wajahnya pun cukup tampan sehingga ia menjadi idola bagi siswi dikampusnya.
Lebih lagi ia sangat mampan, sebut saja namanya Pak Dony.
Jika Pak Dony masuk ke kelas semua mahasiswa perempuan akan maju dibarisan depan, setidaknya mereka bisa puas melihat betapa rupawannya wajah dosen mereka. Urusan mengerti atau tidaknya dengan materi perkuliahan urusan belakangan.
Hanya Adinda mahasiswanya tak pernah menunjukan ketertarikan seperti itu. Gadis itu lebih memilih duduk ditempat biasanya, di pojok kelas.
Bagi Adinda setidaknya perkuliahan yang sulit ini cepat selesai dan ia bisa lari segera mungkin ke perpustakaan.
Namun tidak dengan Pak Dony, ia memperhatikan Adinda dalam diamnya. Gadis itu membuatnya begitu tertarik, dan Adinda termasuk mahasiswa yang pintar.
Berapa kali Pak Dony melakukan interaksi dengannya namun Adinda hanya menanggapi dosen itu sebagai orang yang ia hormati.
Sebenarnya Adinda memilik pikiran dan fantasi nakal tentang Pak Dony, bagaimana rasanya menggila dengannya.
Bagiamana rasanya bisa memanggil dia "Daddy". Sungguh hal yang sangat gila ada di pikiran Dinda.
Namun Adinda bisa menutupi ketertarikannya itu dengan baik dan ia tetap bersikap biasa saja. Tapi itu malah membuat rasa sukanya Pak Dony makin bertambah.
Hari itu dinda mengambil kuliah malam, ia harus mengikuti perkuliahan Pak Dony hingga jam 10 malam.
Saat itu dikelas hanya 12 mahasiswa, karena banyak tak masuk. Pak Dony sebenarnya hanya dosen pengganti, ia diminta untuk menggantikan sementara.
Setelah perkuliahan selesai semua mahasiswa diminta mengumpulkan tugas paper mereka, dinda pun mendekatinya dan memberikan tugasnya pada Pak Dony.
Pak Dony melirik manis pada Adinda, ia merasakan sesuatu yang sangat kuat mendorong hasratnya di dalam sana. Ia jatuh cinta dengan mahasiswinya sendiri. Di antara puluhan gadis yang mengidolakannya, ia malah tertarik pada Adinda.
"Eh Dinda... tumben ambil kuliah malam" sapa Pak dony basa basi.
"Iya pak, soalnya yang siang udah padat sama kuliah tambahan" jawab dinda pelan.
"Pantas aja beasiswa kamu ga pernah ilang yaa, nilai kamu bagus terus hehehe" seloroh pak Dony.
Adinda hanya tersenyum dan berpamitan, namun pak Dony menahannya.
"Pulang sama siapa dinda ?? Ini udah jam 10 lo"
"Oh saya pulang sendiri pak, nanti bisa pesan taxi online aja" jawab dinda sopan.
"Mhhpp mau bareng bapak ga ? Kan kadang taxi online juga bahaya lo, apalagi kamu cewek sendirian malam-malam gini" tawar Pak Dony.
Dinda hanya menatapnya lama...
Agak bingung sih.. namun ini tawaran yang wajar bukan.
"Kalo bapak ga keberatan saya mau kok pak" sahut dinda akhirnya ia menerima ajakan dosennya tersebut.
"Ga lah.. ayok ke mobil". Ajak Pak Dony.
Mereka pun bersamaan ke mobil dan melaju didalam jalanan malam.
Adinda hanya banyak diam tanpa memulai pembiacaraan apapun, ia bingung dan agak malu.
Semobil bersama Pak Dony membuat imajinasi Adinda semakin liar saja. Apalagi saat ini ia lupa memakai bra nya, bukan lupa tapi sengaja sih.
Pak Dony melirik dinda yang begitu diam disampingnya, pria itu menjadi serba salah. Ia rasa Adinda risih bersamanya.
Tak lama sebuah suara aneh terdengar...
Itu suara perut Adinda yang lapar, gadis itu memang dari siang tak makan.
Adinda menunduk malu dan Pak Dony tersenyum penuh arti.
"Dinda mau mampir makan dulu ??" Tawar Pak Dony lembut..
"Ah ga usah pak makasih.. nanti biar dirumah aja saya makannya" tolak dinda sopan.
"Duh padahal gapapa kok makan sama saya, kebetulan sih saya mau makan juga" sahut Pak Dony dan nada suaranya terdengar kecewa.
Dinda jadi serba salah, masalahnya hasrat dinda sekarang semakin meluap dan dia takut lupa diri.
Namun akhirnya ia menuruti ajakan Pak Dony.
Mereka mampir disebuah kafe yang masih buka, malam ini hujan deras dan semakin membuat perut mereka lapar.
Obrolan demi obrolan mengalir ringan hingga mereka selesai makan. Namun sialnya jalanan menuju rumah Dinda sedang banjir dan itu tak bisa dilewati dengan mobil.
"Aduh pak.. mau cari jalan lain ga ???" Keluh dinda cemas, sekarang jam sudah menunjukan pukul 11.30 malam.
Pak Dony mengangguk dan ia melihat ponselnya, ia seperti menelpon seseorang untuk menanyakan jalan bebas banjir.
"Duh Adinda jalan kerumah kamu semuanya kena banjir, tadi itu teman saya rumah nya juga berada dikomplek kamu" jelas Pak Dony cemas.
"Gimana dong pak ??? Oh gini aja pak saya diantar di Guest House aja yang dekat sini" pinta dinda.
"Guest House ??" Tanya Pak Dony heran.
"Iya pak..soalnya kan ga bisa pulang kerumah, ini juga udah larut pak" jelas dinda menatap ponselnya yang lowbatt.
"Kalau bapak tawarin kamu ke apartemen saya mau ?? Tenang aja saya ga ngapain-ngapain kamu kok"
"Emmm ga usah pak di guest House aja... Ngerepotin bapak banget mah saya ini" tolak dinda lembut.
"Hehehe gak papa dinda, rasanya saya ga tega aja ninggalin kamu sendirian gitu, dirumah ada pembantu saya kok"
Dinda masih termenung dengan tawaran Pak Dony..
Akhirnya dinda setuju, ia rasa hal gila ini akan terjadi malam ini juga.
(Bersambung..)