MBH 44

1229 Kata

Sekuat tenaga Myco menahan tangis. Tangan nya bergetar saat hendak menyentuh nisan kuburan. Terbesit bayangan Myco akan kehangatan keluarga kecil nya bersama Salwa dengan kehadiran malaikat kecil nyatanya sudah pupus. Dia telah pergi sebelum dia memanggil Myco dengan sebutan Ayah dan Bunda kepada Salwa. Myco tidak sanggup! Mengingat kebodohan nya yang tidak sadar akan kehadiran calon buah hati yang di nanti oleh nya, sampai akhirnya dia pergi dalam waktu yang begitu cepat. Air mata yang sudah mengepul memenuhi pelupuk mata, tidak bisa Myco tahan lagi. Bahu nya naik turun memghalau isakan yang semakin menjadi. Myco masih berharap ini hanya sebuah mimpi. Mimpi yang paling buruk dan saat ia terbangun semua nya akan baik-baik saja. Andai waktu bisa di putar kembali, Myco pastikan kejadian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN