Myco duduk di bangku kantin. Sudah ada seporsi nasi goreng lengkap dengan telur ceplok dan juga segelas air teh. Tatapan tajam nya lurus ke depan. Sekuat apa pun pertahanan Myco untuk mengabaikan Salwa, tetap saja tidak bisa. Melihat gurat kemarahan Salwa, membuat Myco ingin menjelaskan kesalah pahamannya atas apa yang Salwa lihat tadi. Karena sesungguhnya, Myco tidak pernah berpikir sedikit pun untuk mengkhianati Salwa. Sandiwara perselingkuhannya dengan Rosa pun itu sangat terpaksa demi menyadarkan perasaan Salwa. Myco memijat pelipis nya. Menghela napas panjang lalu menyisir rambut ke belakang. "Tadi Salwa sampai marah bahkan dia menangis melihat Grisel mencium ku. Apa artinya itu? Apa Salwa cemburu?" pikirnya mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. "Ah, nggak. Aku nggak bole

