Note : Chapter di bawah ini mengandung beberapa adegan dewasa, tapi tidak dewasa-dewasa amat. Tapi untuk lebih aman dan kenyamanan kalian dalam menjalankan ibadah puasa, baca ini setelah berbuka puasa saja ya. Dan untuk yang berusia di bawah 18 tahun dan alergi baca adegan kemesraan suami istri, skip aja part ini. Hehe. Selamat membaca! *** Airish bangun dari tidurnya ketika ia merasa perutnya teramat lapar. Mengerjab, gadis itu mencoba memahami di mana ia sekarang dan pukul berapakah ini. Namun, ia terkejut karena yang ia dapati justru sosok pria beriris mata abu-abu, sedanf tidur miring memeluk dirinya, dengan tangan kanan menumpu kepala. Pria itu tersenyum miring lantas berkata dengan suara serak. Mungkin ia juga baru beberapa saat yang lalu bangun tidur. “Kau sudah bangun?” Air

