Max menjemput Airish langsung ke rumah setelah Airish mengirimkan pesan singkat di mana ia tinggal. Dengan mobil mewah seharga milyaran dollar dan tuxedo berwarna abu-abu, Max terlihat seperti pangeran dari negeri jauh. Saat pertama kali Airish membukakan pintu, wanita itu menganga. Sekali lagi terpesona pada ketampanan seorang Max yang tengah berdiri bersandar di pintu mobil, dengan kedua tangan ia masukkan ke dalam saku serta sebuah senyum yang membuat matanya membentuk bulan sabit. Astaga! Mungkin saat menciptakan Max, Tuhan memberikan semua yang terbaik padanya. Max sebenarnya merasa sama terpesonanya dengan Airish, hanya saja ia lebih pandai mengendalikan ekspresinya. Alih-alih menganga lebar, senyumnya terkembang begitu saja. Sementara mata hazelnya terkunci pada wajah Airish yang

