43. 911

2328 Kata

“Apa semua baik-baik saja?” Adalah sebuah pesan yang baru Airish terima sejak beberapa menit yang lalu. Wanita beriris mata hazel itu menatap layar ponsel lama tanpa berniat membalas pesan tersebut. Memandang sebuah nama yang selama ini selalu berada di sisinya sejak beberapa bulan yang lalu. Maximilan Vancouver. Airish menghela napas, mematikan layar ponsel dan memasukkannya ke dalam saku mantelnya. Ini sudah masuk musim dingin. Udara terutama di malam hari terasa sangat menusuk kulit. Membuat wajah-wajah semua orang yang berada di luar menjadi pucat sebab membeku. Pun dengan Airish. Ia menarik napas panjang lalu mengusap wajah agar terasa lebih hangat. Sarung tangan tebal yang ia pakai amat membantunya dalam hal ini. Drrrt .... Drrrt ... Drrrt ... Ponsel Airish bergetar, membuat s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN