Mata Uli memerah, ia hampir mengeluarkan air mata jika karyawan yang lain tidak mendekat ke arahnya. Semua terasa amat menyesakkan, ia tidak mampu menahan diri. Setelah satu tahun berlalu, Uli malah bertemu dengan Enver kembali. "Ul, kamu ngapain?" bisik Mbak Lea sambil menarik pelan pakaian Uli. Uli langsung membungkukkan badan. Ia sudah melakukan kesalahan. Namun tangannya tidak bisa dikendalikan dengan baik. Semua terlalu mendadak dan Uli belum mempersiapkan diri. Kenapa harus bertemu? Apalagi di Jakarta. Jika di Riau mungkin persentase mereka bertemu bisa mencapai angka 20 persen. Namun sekarang, Uli sudah berada di Jakarta. Mbak Lea dan Mbak Keke langsung membantu Uli membersihkan cup kopi yang berserakan di lantai. "Uli terpesona sampai kayak gini," ujar Mbak Keke sambil tertawa k

