Hari ini terasa sangat berat. Semua karyawan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, begitupun dengan Uli. Apalagi ia masih dalam tahap pengenalan sehingga lebih banyak hal yang harus dipelajari. Meskipun begitu, Uli terus saja melihat jam yang bertengger di dinding. Ia ingin segera pulang untuk menjernihkan pikiran yang sejak tadi sudah kacau. Pertemuan dengan Enver cukup mengguncang kehidupan Uli, bahkan ia melewati hari dengan perputaran waktu yang terasa sedikit lama dari biasanya. Uli seperti mendapat ujian dadakan untuk menjadi karyawan yang profesional. Nyatanya ia hanya manusia biasa yang pasti tidak akan tenang ketika bertemu dengan sosok yang berarti di masa lalu. Apa cerita satu tahun yang lalu bisa disebut masa lalu? Hm, Uli juga tidak mengerti. "Ul, tolong input data i

