Uli dan Enver Part 11 : Ternyata Benar

1499 Kata

"Bukan itu maksud saya, Pak." Enver mengerutkan kening. "Jadi apa? Tolong jangan berbelit-belit, kamu membuang waktu istirahat saya." Uli meneguk air ludahnya dengan susah payah. Padahal ruangan difasilitasi dengan AC, namun Uli merasa aura ruangan sedikit panas. Apa AC nya rusak? Uli pikir demikian. Jika tidak rusak, kenapa dia merasa panas seperti sekarang? Hal ini sangat tidak masuk akal sama sekali. Oke, kembali ke topik utama. Uli kembali mengajukan pertanyaan. "Kapan Bapak pertama kali bertemu dengan saya?" Enver menghela nafas panjang. Tatapannya begitu tajam, bahkan kedua alisnya terangkat ke atas. "Apa ini trik baru?" tanyanya. "Apa kamu begitu terpesona dengan saya sampai harus bertanya hal bodoh seperti ini?" lanjutnya lagi. "Maaf karena saya sudah lancang, tapi saya butuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN