Earphone terpasang di telinga, sedangkan mata fokus menatap layar laptop. Itulah yang Enver lakukan sekarang. Bahkan ia tidak sadar jika hujan tengah membasahi kota sekarang. Enver mengucek mata yang terasa sedikit perih. Ia lupa membawa kacamata dari rumah sehingga matanya lebih cepat terasa perih jika menatap layar laptop. Samar-samar, Enver mendengar sesuatu. Ia melepas earphone agar bisa mendengar dengan jelas dari mana asal suara tersebut. Mata Enver menatap pintu, bunyi berasal dari mana. "Siapa yang belum pulang jam segini?" ujar Enver sendiri. Jam sudah menunjukkan pukul lima lewat empat puluh menit. Jam pulang sudah lewat dari satu jam yang lalu. Enver bangkit dari kursi. Ia membuka pintu yang sengaja terkunci. Betapa kagetnya Enver saat matanya menangkap sosok pujaan hati. "A-

