24. Rumah Kaka

2175 Kata

"Bunda, Kaka bawa cewek malem-malem. Ceweknya berantakan." Mendengar teriakan bernada terkejut dan mengadu itu membuat Kaka memutar bola mata malas. Tangannya sudah terangkat hendak mendorong Suri untuk memberinya jalan. "Apaan, sih? Minggir lo." Suri menggeleng tegas. Dia memicing curiga, pikiran-pikiran buruk mulai melanglang buana dalam otaknya. "Lo nggak boleh masuk kalo belum jelasin ini semua." Berdecak terlebih dahulu, Kaka meraih telapak tangan Aurara untuk digenggam, lalu menubruk tubuh Suri untuk masuk. Tak peduli jika kakaknya itu akan semakin mengomel. Tiba di ruang tamu, Kaka mendudukkan Aurara di sofa. "Diem di sini. Jangan ke mana-mana," tutur Kaka. Setelah mendapat anggukan, Kaka bergegas naik ke atas kamarnya yang berada di lantai atas. Sembari menunggu Kaka, Aurar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN