Kaka tidak pernah menyangka jika tahun terakhir sekolahnya akan diisi serangakaian peristiwa seperti ini. Dimana pertama kalinya dia merasakan apa itu pacaran, meski tidak dalam artian sebenarnya. Dimana dia diperjuangakan dalam artian sebenernya. Dan lebih menakjubkan lagi, Kaka bersikeras menolak lalu akhirnya menginginkan kehadiran seseorang dalam masa waktu yang tidak bisa dibilang jauh. Pagi ini, Kaka kira sejak kejadian kemarin Aurara telah kembali seperti semula. Cewek yang cerewet, selalu mengganggunya, caper padanya. Namun nyatanya Aurara masih ingin melanjutkan aksi move on-nya. Terbukti ketika dia dan Aurara berpapasan di koridor utama, Aurara tidak menyapa bahkan meliriknya. Aurara malah berlari seperti orang ketakutan. "Dia beneran niat jauhin gue?" "Terus kenapa kemarin n

