Saat Lay tiba di kamar, ia hanya bisa menyesali apa yang telah ia perbuat. Melihat Naina di atas ranjang sembari meringku, rasa sakit hati serta penyesalan mendera menghantam sekujur tubuhnya. Kenapa ia tidak menyadari jika apa yang ia lakukan bisa menyakiti hati Naina. Benar kata Zevanya, ia sudah menikah dan Naina adalah tanggung jawabnya, perasaan yang harus ia jaga. Namun, apa yang telah ia perbuat? Janjinya sebelum pernikahan terasa seperti omong kosong semata. Ya, ia harus mengubah sikapnya. Tidak ada lagi istilah bebas mendekati perempuan lain. Meskipun di tempatnya bekerja dilarang yang berstatus menikah, ia tidak akan peduli. Dunia harus tahu kalau dirinya sudah bukan lajang meskipun masih berstatus pelajar SMA. Lay duduk di tepi ranjang. Menyelipkan helai surai yang menu

