56. Cemburu

1364 Kata

Naina iseng mendatangi kafe tempat Lay bekerja. Ia tidak keluar dari mobil, hanya menunggu sambil mengintip di dalam kafe. Namun, netranya tidak menemukan Lay sama sekali. “Ke mana dia?” monolog Naina sembari melihat jam yang bertengger di pergelangan tangannya. Sudah jam tiga lewat. “Apa dia tidak kerja?” Kembali bertanya pada diri sendiri. Namun, matanya membulat sempurna saat melihat Lay turun dari sebuah mobil yang baru saja memasuki parkiran. Memakai seragam kafe seperti nyang Naina lihat saat Lay mengirimkan foto selfie padanya. Yang membuat Naina semakin menggeram dalam hati adalah seorang perempuan ikut keluar dari sana dan tersenyum manis kepada Lay. “Ayo, sekalian gue obati tangan lo.” Perempuan itu berkata dengan nada lembut. Kening Naina mengerut. Mengobati tangan? Ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN