Seperti apa yang dikatakan Naina kemarin malam pada Lay jika dirinya akan mengantarkan lamaran ke perusahaan sang papa mertua. Ya, itu setelah dirinya dan Lay menyempatkan diri ke kantor KUA mengantar berkas Lay seperti apa yang diminta penghulu saat mereka menikah dadakan. Jam delapan pagi ke tempat itu ternyata belum buka, syukur saja, penghulunya tinggal di daerah itu sehingga bisa langsung ketemu tanpa harus pulang sia-sia. Ia juga menyempatkan diri mengantar suaminya yang bocah ke sekolah dan lagi adegan keromantisan antara Lay dan Kanaya membuat hati Naina ngilu. Ia cemburu! Marah juga. Namun, ia tidak ingin membatasi pergaulan Lay dengan Kanaya. Ia tidak ingin Lay dan Kanaya saling acuh jika ia masuk ke dalam persahabatan itu dan mengacaukannya. Bagaimana pun, Lay mengenal Kana

