Lay diantar oleh Orion dan Kanaya ke kafe di mana ia akan memulai perjuangan bekerja. Setelah perdebatan antara dua sahabatnya itu, di mana Kanaya ingin mengantar Lay sendirian tanpa Orion dan Orion yang tidak mau mengalah ingin ikut mengantar. Cukup lama waktu yang dibutuhkan hingga keduanya sepakat sama-sama mengantar Lay ke kafe. Dua sahabat yang ambyar. Lay mendoakan semoga keduanya berjodoh. Kan dirinya untung ketika keduanya berakhir di pelaminan, cukup ngasih satu kado untuk dua orang. Astaga, hemat atau pelit? Ah, jelas hemat demi pujaan hati. Lagian sekarang ini dirinya adalah kepala keluarga dan harus bisa membawa diri sebagai seorang suami yang bertanggung jawab baik dalam materi dan jasmani. “Hei, bodoh! Kenapa lo senyam-senyum gak jelas?” Orion menepuk kepala Lay. Memang

