Bab. 11. Rencana Maula.

1328 Kata

"Apa kau terlalu sibuk sehingga tidak bisa mengangkat telponku, Farraz?" tanya Maula dengan wajah kecewa. Farraz menoleh sekilas, "Setelah sekian lama, kenapa kau protes?" "Ada hal penting yang harus aku bicarakan denganmu," ucap Maula sambil mengikuti langkah suminya ke arah ruang kerja. Maula memberikan tablet yang ia pegang sejak tadi. "Bantu aku pilih tema dekorasi untuk putri kita!" Farraz melihat ke tablet itu, dia menggeser perlahan mencoba menentukan pilihannya. Mata lelaki tampan itu mulai tertuju pada istrinya. 'Tumben sekali dia peduli pada Bela.' kalimat itu hanya bisa terucap dalam hati. Farraz memberikan tablet itu kepada Maula. "Kau ibunya, kau yang paling tahu apa kesukaan anakmu. Hanya saja aku ingin bertanya sesuatu?" "Apa, Sayang?" "Kau yang buat ini semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN