Malam hari setelah selesai kerja dan membersihkan diri, Adiva datang ke rumah Maula karena harus membantu menyiapkan acara ulang tahun Bela. Dia tampil sederhana dengan dres warna hitam polos. Rambut panjangnya ia gerai, dengan dandanan natural. Setelah sampai, dia menghirup udara sebayak mungkin, baru ia memencet bel. Kebetulan yang membuka pintu adalah sang nyoya rumah. "Selamat malam, Nona!" sapa Adiva dengan senyum ramah. "Kau sudah datang, ayo masuk!" ajak maula dengan tatapan waspada kepada Adiva. Di ruang tamu itu, sudah mulai terpasang perlengkapan ulang tahun Bela. "Nona apa Pak Farraz ada?" "Untuk apa kau bertanya mengenai keberadaan suamiku?" tanya Maula yang terdengar tidak suka dengan pertanyaan Adiva. Adiva tersenyum canggung menatap Maula dengan perasaan tidak enak

