"Adiva itu istrimu, urusan dia bukan urusanmu untuk mencukupi semua kebutuhannya. Yang penting kau punya banyak uang." Kalvian tersenyum dengan wajah bahagia, saat dia menghitung uang di tangannya. "Terima kasih, Bos. Adiva sekarang milik kalian. Aku akan kasih obat tidur di sus* yang biasa dia minum. Nanti aku antar ke ruangan VIP kalian," ucap Kalvian dengan suara tersendat karena terlalu banyak minum alkoh*l. Farraz yang tidak sengaja mendengar percakapan Kalvian dengan salah satu pembisnis yang ia kenal itu masih diam menyembunyikan amarah yang siap meledak kapan saja. "Pak, aku punya kabar baru lagi mengenai Adiva. Aku punya kenalan di rumah sakit, dia mengatakan kalau Adiva pernah operasi wajah hampir delapan puluh persen diubah," ucap Nando menatap takut ke arah bosnya. "Mungki

