Berapa tarif lo semalem?" tanya Andre dengan kurang ajar. "Plakkk!" dengan segera Alya menampar pipi kiri Andre dan tamparan itu cukup keras. Napas Alya naik turun. Ia marah karena ia merasa terhina dan ia sudah sangat kesal sekali hari itu. Ia sudah tak tahan lagi mendengar penghinaan-penghinaan yang sejatinya ia tak melakukannya. Andre mengangkat wajahnya pelan-pelan dan menatap Alya dengan tatapan tajam yang penuh amarah. Detik berikutnya Alya menyadari kesalahannya, bukankah berurusan dengan pecandu alkohol dan peminum sama saja dengan mencari masalah? Langkah kali Alya mundur perlahan-lahan dan ia terlihat sangat takut saat Andre dengan sengaja mengikuti irama ketakutan yang ada pada diri Alya. Saat Alya mundur perlahan, Andre akan maju, begitu terus hingga Alya berada di ujung, tu

