Lima Enam

1002 Kata

Ketertegunan di wajah Bagas, Alya dan Sinta tak berlangsung lama karena setelahnya Bagas segera menancap gas dan berlalu ke sekolah Alya. Hari itu, siang itu. Tak perlu waktu lama bagi Alya, Bagas, Sinta dan Larita untuk sampai ke sekolah. Bagas segera melepaskan seat beltnya dan juga seat belt Larita, lalu dengan segera Bagas turun dari mobil, begitupun dengan Alya dan Sinta. Tapi tidak dengan Larita yang bergeming di tempatnya. "Turun!" perintah Bagas. Larita diam. "Turun!" teriak Bagas, Larita beringsut takut. "Papa ..." "Diam, Alya!" Bagas kehilangan kesabaran. Ia tak bisa menahan diri lagi kali ini, ia sudah tak tahan hingga akhirnya ia menarik tangan Larita untuk turun dari mobil dan seketika itu pula Larita menjerit meronta-ronta seperti orang gila hingga membuat beberapa pasang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN