Ketika sudah berjalan melewati rumah Alya. Alya dan Bagas berhenti sejenak dan memandang rumah itu lekat-lekat dari tempat mereka berada. Lalu ketika mereka sudah kembali berjalan, Alya baru menyadari sebuah motor berhenti tepat di depannya dan depan ayahnya. Segera setelah si pengendara melepaskan helmnya, barulah Alya menyadari siapa yang menghadang jalannya. "Dian?" panggil Alya tak percaya. Dian memandang Alya dengan tatapan penuh kelegaan setelah berhasil mencarinya di rumah Putri namun tak menemukannya. "Lo di sini?" tanyanya tak percaya. "Tante Sinta ngawatirin lo." "Oh." "Kenapa, Al? Kenapa tante Sinta sampai ngawatirin kamu?" tanya Papa Alya ke Alya. Alya menoleh dan hanya menggeleng lalu dengan segera menyetop taksi yang kelihatan. Taksi itu berhenti tak jauh dari mereka. "

