Alya keluar dari kepolisian dengan segera dan tanpa pamit sekali lagi. Ia sudah muak dan kesal dengan tingkah pola Papanya. Ia terus berjalan menjauh dengan wajah yang tegang dan kemarahan yang sudah tak bisa lagi ia bendung. Alya menyetop taksi dan tak menghiraukan panggilan Sinta yang mengejarnya dengan wajah kebingungan. Kala Sinta hampir mendekatinya, Alya sudah masuk ke dalam taksi dan taksi itu melaju sesuai permintaan Alya. Sinta bingung. Ia tak mengerti kemana tujuan Alya. Sinta pun lari ke dalam mobilnya, hendak menyusul Alya tapi pengacara keluarga Larita memanggilnya hingga terpaksa ia mengurungkan niatnya. Sinta mengambil ponselnya dari dalam tas dan menghubungi Dian, teman Alya satu-satunya. "Dian, tante gak tahu ke mana Alya. Dia main kabur naik taksi. Jika kamu bisa temuka

