Alya memutuskan untuk menemui Mamanya. Pelbagai pertanyaan muncul di benaknya dan teka-teki ini belum usai. Jika tebakan Alya benar maka dari rumah Siska ia hanya perlu mengikuti kemana Alya pergi setelah malam itu, karena setelahnya bukankah Alya tak pulang ke rumah? Sinta mencuri-curi pandang ke arah Alya yang duduk di sampingnya. Sedari tadi Sinta perhatikan, Alya hanya termenung dan tatapannya tal b*******h saat mereka meninggalkan rumah Siska. Tiba di sebuah kantor polisi, Sinta langsung meminta ijin ketemu dengan kakaknya yang ternyata masih dalam perawatan konseling. Butuh waktu setengah jam akhirnya sang pengacara keluarga berhasil menghadirkan Larita dan Alya. Larita masih terpekur memeluk kedua kakinya di sudut dinding saat Alya memasuki ruangannya. Di dalam ruangan itu hanya

