"Al..." panggil Larita ke Alya. "Nanti sore bisa samperin gue ke hotel?" tanya Larita hati-hati. Dahi Alya berkerut heran. Ia tak mengerti maksud Larita dan mengapa memintanya untuk ke hotel. "Hotel?" tanya Alya lagi. Memastikan apa yang tengah di dengarnya itu baik-baik. "Iya. Besok kan gue ulang tahun. Nah baju gue masih di desain sama penjahit gue. Maksud gue, anterin ambil bajunya ke penjahitnya... " kata Larita hati-hati. "Oh, oke." "Gue tunggu di depan hotel ya besok... "kata Larita lagi yang ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Alya. Larita lalu kembali menatap papan tulis dimana gurunya sedang menulis soal. Pandangannya lurus ke depan dengan tatapan kosong lalu ia menghela napas dengan sangat berat. Seolah ada beban besar yang tengah ia pikirkan. Waktu bergulir cepat ke

